Depok, 2 Januari 2025 – Pengadilan Agama (PA) Depok mengawali tahun 2026 dengan apel rutin yang digelar di halaman kantor, Jumat (2/1) sore. Dalam kesempatan tersebut, Hakim PA Depok, YM Samsudin, yang bertindak sebagai Pembina Apel, menyampaikan optimisme dan target baru bagi lembaga tersebut: meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Samsudin menekankan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi PA Depok setelah berhasil lolos sebagai calon peraih WBK dan meraih Penghargaan Mahkamah Agung kategori Mediasi. “Meskipun baru sebatas kandidat, semangat untuk menjadi lebih baik harus tetap terjaga. Integritas dan kejujuran adalah kunci dalam menjalankan tugas,” ujarnya di hadapan para hakim dan aparatur.
Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Evaluasi terhadap kekurangan yang ada diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. “Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik. Kinerja dan performa kita harus terus ditingkatkan agar tidak menambah rumit masalah yang dihadapi pencari keadilan,” tegas Samsudin.
Dalam apel tersebut, Dokumentalis Hukum PA Depok, Aditya, bertindak sebagai Pemimpin Apel. Hadir pula seluruh hakim dan pegawai yang turut menyimak arahan dengan penuh perhatian.
Predikat WBK sendiri merupakan pengakuan atas tata kelola lembaga yang bersih, transparan, dan bebas korupsi. PA Depok berkomitmen untuk memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan, termasuk peningkatan akuntabilitas, pengawasan internal, dan pelayanan publik yang prima. Jika berhasil, PA Depok akan menjadi salah satu dari sedikit lembaga peradilan di Indonesia yang meraih predikat tersebut.
Samsudin menambahkan, upaya ini tidak hanya untuk memenuhi target institusi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. “Kami bertekad menjadikan PA Depok sebagai contoh lembaga peradilan yang bersih dan terpercaya,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat Depok menyambut baik langkah PA Depok. Sejumlah pencari keadilan yang dihubungi mengapresiasi komitmen lembaga tersebut. “Harapan kami, pelayanan di PA Depok semakin cepat dan transparan. Jangan sampai ada lagi keluhan soal birokrasi yang berbelit,” ujar salah satu warga, Ahmad.
PA Depok juga telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung target WBK, di antaranya pelatihan anti-korupsi bagi seluruh pegawai, penguatan sistem pengawasan internal, serta peningkatan akses informasi publik melalui digitalisasi layanan.
Dengan semangat baru di awal tahun, PA Depok bertekad menjadikan 2026 sebagai tahun transformasi menuju lembaga peradilan yang lebih profesional dan berintegritas.