BANDUNG – Nama Achmad Jufriyanto mungkin jarang mencuri sorotan di lapangan hijau Liga 1 2024-2025, namun perannya sebagai “pelatih bayangan” Persib Bandung justru menjadi kunci kesuksesan tim kebanggaan Jawa Barat ini. Meski lebih sering menghuni bangku cadangan, gelandang bertahan berusia 38 tahun ini tak sekadar pemain—ia adalah otak taktis yang diam-diam mengendalikan dinamika tim dari pinggir lapangan.
Bojan Hodak, pelatih kepala Persib asal Kroasia, mengakui betapa krusialnya kontribusi Jufriyanto—yang akrab disapa Jupe—dalam dua musim terakhir. “Ini adalah pekerjaan dia di masa depan. Lebih baik jika dia memulainya lebih cepat,” ujar Hodak, menegaskan bahwa Jupe tengah mempersiapkan diri sebagai pelatih profesional. Di bawah asuhan Hodak, Persib nyaris meraih gelar juara Liga 1 musim ini, berkat kombinasi kecerdasan taktis pelatih dan pengalaman Jupe dalam membaca permainan.
Jupe sendiri mengaku belajar banyak dari Hodak, terutama dalam hal manajemen tim dan strategi. “Dia pernah bilang saya layak. Saya harus memberikan kemampuan sebisa mungkin,” kata Jupe. “Jadi saya belajar pelan-pelan, sambil mempersiapkan diri untuk situasi itu ke depannya.” Perannya tak terbatas pada aspek teknis—ia juga menjadi perekat di ruang ganti, di mana pemain-pemain bintang seperti David da Silva, Ciro Alves, dan Kevin Ray Mendoza menaruh hormat padanya.
Hodak menambahkan, Jupe adalah sosok yang memahami sejarah Persib dan mampu menerjemahkan visi pelatih ke dalam aksi di lapangan. “Dia bagian dari tim ketika terakhir menjuarai liga. Bisa memberikan informasi yang saya perlukan. Ke depannya, dia akan menjadi pelatih yang baik,” puji Hodak. Kemampuan Jupe dalam menganalisis situasi dan memberikan masukan real-time menjadikannya aset berharga, meski namanya jarang tertera di starting XI.
Tak hanya Jupe, Persib juga diperkuat oleh Victor Igbonefo, bek senior yang pernah meraih empat gelar Liga Indonesia bersama Persipura Jayapura. Kedua pemain ini membentuk tulang punggung mentalitas juara di tim, melengkapi skuad muda yang penuh ambisi. Keberadaan mereka membuktikan bahwa kesuksesan sebuah klub tak hanya ditentukan oleh bintang lapangan, tapi juga oleh figur-figur berpengalaman yang mampu menjaga stabilitas dan semangat tim.
Dengan peran ganda sebagai pemain dan mentor, Jupe menjadi contoh nyata bagaimana pengalaman dan kecerdasan dapat menginspirasi generasi penerus. Di tengah persaingan ketat Liga 1, kontribusi “pelatih bayangan” ini mungkin menjadi faktor penentu apakah Persib akan kembali mengangkat trofi juara di musim mendatang.