Persib Bandung mengakhiri rangkaian pramusim jelang Super League 2025/2026 dan babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) dengan hasil beragam, namun tetap menunjukkan progres signifikan dalam membangun kekompakan tim. Di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung menjalani serangkaian uji coba, baik di level lokal maupun internasional, dengan catatan satu kemenangan krusial sebelum memasuki kompetisi resmi.
Pramusim Persib dimulai dengan keikutsertaan dalam Piala Presiden 2025, turnamen yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Sayangnya, performa tim berjuluk Pangeran Biru ini belum maksimal. Di Grup B bersama Dewa United dan Port FC, Persib hanya mampu finis di posisi terbawah. Kekalahan 0-2 dari Port FC pada laga pembuka (6 Juli) diikuti hasil imbang 1-1 melawan Dewa United (8 Juli), yang membuat mereka gagal lolos ke babak final.
Pasca kegagalan di Piala Presiden, Persib langsung terbang ke Thailand pada 17 Juli untuk menjalani training camp selama dua pekan. Momen ini menjadi krusial bagi tim yang baru saja mendatangkan 16 pemain anyar. Selain sebagai ajang adaptasi fisik dan taktik, pemusatan latihan di Negeri Gajah Putih juga difokuskan untuk mempercepat chemistry antar pemain.
Selama di Thailand, Persib menjalani tiga laga uji coba melawan Kasem Bundit University FC, Ratchaburi FC, dan Police Tero FC. Meskipun hasilnya tidak diumumkan secara resmi, sumber internal menyebutkan Persib meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Kepuasan atas progres tim juga disampaikan oleh Bojan Hodak usai kembali ke Indonesia pada 27 Juli. “Pemusatan latihan sangat penting, terutama bagi kami yang memiliki banyak pemain baru. Kami butuh waktu untuk menyatukan mereka,” ujarnya.
Puncak pramusim Persib terjadi pada 2 Agustus, ketika mereka menjamu Western Sydney Wanderers di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dalam laga yang berlangsung ketat, Persib berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol William Marcilio pada menit ke-62. Namun, kemenangan ini harus ditebus dengan cedera yang dialami penyerang anyar Ramon Tanque, yang mengalami cedera perut pada babak pertama dan harus menjalani perawatan intensif.
Menatap kompetisi resmi, Persib akan memulai laga perdana Super League 2025/2026 dengan menghadapi Semen Padang di GBLA pada 9 Agustus. Empat hari kemudian, tepatnya 13 Agustus, mereka akan menjamu Manila Digger dalam laga play-off ACL 2. Kemenangan menjadi harga mati bagi Persib untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi kontinental tersebut.
Bojan Hodak mengaku optimistis meski pramusim tidak berjalan mulus. “Kami masih punya waktu untuk memperbaiki diri. Fokus kami sekarang adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk dua laga besar ini,” tegasnya. Dengan komposisi pemain yang lebih solid dan chemistry yang mulai terbangun, Persib bertekad tampil maksimal di awal musim.
Sementara itu, manajemen Persib juga terus memantau kondisi Ramon Tanque. Cedera yang dialami penyerang asal Brasil tersebut menjadi perhatian khusus, mengingat perannya yang vital dalam skema serangan tim. Jika tidak bisa segera pulih, Persib mungkin akan mencari pengganti sementara untuk mengisi posisi striker.
Dengan segala dinamika yang terjadi, pramusim 2025/2026 menjadi pembelajaran berharga bagi Persib. Kegagalan di Piala Presiden dan cedera pemain menjadi alarm untuk terus memperbaiki performa. Namun, kemenangan melawan Western Sydney Wanderers dan progres selama training camp di Thailand memberikan secercah harapan bagi Bobotoh jelang kompetisi yang sesungguhnya.