Bandung – Achmad Jufriyanto, bek senior Persib Bandung, mencuri perhatian publik setelah berperan sebagai asisten pelatih dalam laga melawan PSM Makassar, Sabtu (1/2/2025). Sosok yang akrab disapa Jupe itu tak hanya tampil sebagai pemain, tetapi juga turut memberikan instruksi taktik kepada rekan-rekannya di lapangan, bahkan mengantarkan pemain pengganti hingga ke sisi lapangan.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tersebut, komposisi staf pelatih Persib mengalami perubahan. Igor Tolic, asisten pelatih, menggantikan posisi Bojan Hodak yang biasanya berada di pinggir lapangan. Di tengah dinamika tersebut, Jufriyanto tampil sebagai sosok kunci yang membantu Tolic dalam mengatur strategi, terutama saat Persib melakukan pergantian pemain.
Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-23, ketika Robi Darwis bersiap masuk menggantikan Marc Klok. Jufriyanto terlihat memberikan arahan langsung kepada Darwis terkait posisi dan peran yang harus dijalankan saat memasuki lapangan. Tak hanya itu, ia juga mengantarkan Darwis hingga ke garis tepi lapangan sebelum pemain tersebut memulai aksinya. Aksi ini sontak memicu pujian dari berbagai kalangan, termasuk netizen yang mengapresiasi kemampuan komunikasi dan pemahaman taktik Jupe.
Akun Twitter @ren****st, misalnya, menulis: *”Selain Coach Igor, pada pertandingan tadi juga kembali terlihat peran Coach Jupe sebagai player-coach. Jupe public speaking na juara. Layak diapresiasi.”* Pujian serupa juga berdatangan dari penggemar Persib yang menilai Jufriyanto memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pelatih di masa depan.
Jufriyanto sendiri bukanlah sosok baru dalam dunia kepelatihan. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai asisten pelatih timnas Indonesia U-23 bersama Indra Sjafri. Pengalaman tersebut diduga menjadi modal penting baginya untuk memahami dinamika di lapangan, baik dari sisi pemain maupun pelatih. Kemampuannya dalam membaca permainan dan memberikan instruksi secara efektif menjadi nilai tambah bagi Persib, terutama di tengah situasi tim yang tengah beradaptasi dengan formasi dan strategi baru.
Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, sebelumnya telah memberikan kepercayaan kepada Jufriyanto untuk turut serta dalam pengambilan keputusan taktik. Hal ini menunjukkan bahwa bek berusia 36 tahun tersebut memiliki kredibilitas dan kepercayaan dari staf pelatih. *”Jupe adalah pemain yang cerdas dan berpengalaman. Ia memahami apa yang dibutuhkan tim di lapangan,”* ujar Hodak dalam sebuah wawancara sebelumnya.
Peran ganda Jufriyanto sebagai pemain dan asisten pelatih juga menjadi cerminan dari fleksibilitas yang dimiliki Persib. Dalam beberapa pertandingan terakhir, tim berjuluk Maung Bandung ini kerap melakukan rotasi pemain dan strategi untuk menghadapi lawan-lawannya. Kehadiran Jufriyanto sebagai jembatan antara pemain dan pelatih diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi tersebut.
Sementara itu, Persib sendiri tengah berada dalam fase krusial di Liga 1 2024/2025. Setelah melalui sejumlah pertandingan dengan hasil yang belum konsisten, tim ini dituntut untuk segera menemukan ritme terbaiknya. Keterlibatan Jufriyanto dalam peran taktis diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam hal komunikasi maupun eksekusi strategi di lapangan.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia sepak bola profesional, Jufriyanto dipandang sebagai salah satu figur yang dapat menginspirasi pemain muda Persib. Kemampuannya dalam memimpin dan memberikan arahan secara langsung di lapangan menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh di dunia kepelatihan setelah pensiun nanti.
Saat ini, Persib masih harus menghadapi sejumlah laga krusial di sisa musim ini. Performa Jufriyanto, baik sebagai pemain maupun asisten pelatih, akan menjadi salah satu kunci bagi tim untuk meraih hasil maksimal. Publik berharap, aksi inspiratifnya di laga kontra PSM Makassar dapat menjadi awal dari konsistensi positif bagi Maung Bandung di kompetisi mendatang.