Bandung – Persib Bandung menegaskan tidak akan memasang target besar di ajang Piala Presiden 2026, meski diperkuat skuad mentereng. Manajemen dan pelatih Igor Tolic justru menjadikan turnamen pramusim ini sebagai sarana untuk mematangkan kebugaran fisik dan adaptasi pemain menjelang jadwal kompetisi padat yang akan dihadapi.
“Kami tidak punya ekspektasi apa-apa di Piala Presiden. Fokus utama adalah menjadikannya bagian dari masa persiapan agar pemain lebih bugar dan siap menghadapi bulan September, saat intensitas pertandingan meningkat,” ujar Tolic dalam konferensi pers, Senin (12/5).
Keputusan ini diambil mengingat Persib akan berlaga di empat kompetisi berbeda musim ini, termasuk AFC Champions League Two. Tolic menargetkan seluruh pemain mencapai performa puncak pada September, ketika jadwal pertandingan mulai padat. Piala Presiden, menurutnya, menjadi ajang ideal untuk mempercepat adaptasi pemain baru dengan atmosfer klub dan suporter Bobotoh.
Namun, tantangan besar menghadang Persib di turnamen ini. Sejumlah pemain kunci dipanggil memperkuat Tim Nasional Indonesia, memaksa tim pelatih untuk mengandalkan kombinasi pemain asing dan pemain muda. “Kami masih berkomunikasi dengan tim nasional untuk mengetahui ketersediaan pemain. Kami akan menjadi kombinasi dari pemain asing dan pemain muda, tanpa ekspektasi meraih trofi,” tegas Tolic.
Kondisi ini juga menjadi ujian bagi pemain muda Persib untuk membuktikan kualitas mereka. Dengan absennya sejumlah bintang, peluang bermain terbuka lebar bagi talenta-talenta baru. “Ini kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan. Kami ingin melihat seberapa siap mereka menghadapi tekanan di level profesional,” tambahnya.
Piala Presiden 2026 sendiri akan digelar pada pertengahan Juni hingga awal Juli, dengan format yang belum diumumkan secara resmi oleh PSSI. Persib akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Persija Jakarta, Arema FC, dan Persebaya Surabaya, yang juga menggunakan turnamen ini sebagai ajang pemanasan.
Meski tanpa target trofi, Tolic menekankan pentingnya konsistensi performa. “Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar. Kami akan bermain dengan semangat tinggi, meski hasil bukan prioritas utama. Yang terpenting adalah progres yang dicapai oleh seluruh pemain,” pungkasnya.
Dukungan Bobotoh, suporter setia Persib, juga diharapkan menjadi motivasi tambahan. “Kami berharap mereka tetap memberikan dukungan penuh, karena ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kesuksesan di kompetisi resmi,” imbuh Tolic.
Dengan pendekatan pragmatis ini, Persib berharap dapat memulai musim 2026/2027 dengan fondasi yang kuat, baik secara fisik maupun mental. Piala Presiden, meski tanpa target muluk, menjadi batu loncatan penting bagi Maung Bandung untuk menghadapi tantangan lebih besar di depan.